Linux Education (I)
Mengenal Linux
Linux adalah sistem operasi gratis bertipe Unix yang awalnya dibuat oleh Linuz Torvalds dengan
bantuan dari pengembang software se penjuru dunia. Linux adalah implementasi POSIX secara
mandiri dan termasuk multitasking secara nyata, virtual memori, shared library, demand loading,
dan penanganan memori yang baik, jaringan TCP/IP,
dan penampilan lain yang konsisten dengan sistem
Unix. Dibangun dengan lisensi GNU General Public
License, sehingga kode sumber untuk Linux tersedia
secara bebas untuk semua orang.
10 Alasan Kenapa Linux
Linux adalah sistem operasi bebas
(free) bertipe Unix
Adalah Sistem Operasi Terbaik
• Di dalam distribusi Linux terdapat software-software berharga jutaan Rupiah yang gratis
atau beberapa ribu rupiah untuk kemasan CDnya.
• Sistem operasi yang lengkap yang :
Stabil – aplikasi yang crash tidak menyebabkan sistem operasi Down
Reliable – Server Linux sudah biasa hidup dalam jangka waktu RATUSAN hari,
dibanding Windows yang perlu diReboot secara berkala
Secara Ekstrim Sangat Bermanfaat
• Dilengkapi dengan puluhan lingkungan pengembangan aplikasi, termasuk C, C++, Fortran,
Ada, toolkit seperti Qt dan beberapa bahasa script semacam Perl, Python, Awk, dan sed.
Kompiler C pada Windows harganya lebih dari 1000 Dolar Amerika
• Fasilitas jaringan yang istimewa, memungkinkan untuk berbagi CPU
• Lingkungan yang ideal untuk menjalankan server, seperti Web Server, FTP Server,
Authentication Server dan sebagainya
• Tersedia pula software komersial, jika kebutuhan tidak terpenuhi dengan software yang
gratis
• Sistem operasi yang mudah untuk diupgrade
• Mendukung banyak prosesor sebagai standar
• Multi-Tasking yang nyata; memungkinkan untuk menjalankan lebih dari satu program pada
waktu yang sama
• Sistem GUI (window) yang disebut X yang istimewa, ekivalen dengan Windows namun
sangat mudah untuk dikastemisasi
Introduction Wireless
Introduction
A wireless local area network (LAN) is a flexible data communications system implemented as an extension to, or as an alternative for, a wired LAN. Using radio frequency (RF) technology, wireless LANs transmit and receive data over the air, minimizing the need for wired connections. Thus, wireless LANs combine data connectivity with user mobility.
Wireless LANs have gained strong popularity in a number of vertical markets, including the health-care, retail, manufacturing, warehousing, and academia. These industries have profited from the productivity gains of using hand-held terminals and notebook computers to transmit real-time information to centralized hosts for processing. Today wireless LANs are becoming more widely recognized as a general-purpose connectivity alternative for a broad range of business customers. Business Research Group, a market research firm, predicts a sixfold expansion of the worldwide wireless LAN market by the year 2000, reaching more than $2 billion in revenues.
Mengenal Jaringan
Mengenal Hardware dan Topologi Jaringan
1. Pendahuluan
Sejak memasyarakatnya Internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft, menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang biasa. Demikian pula dengan konsep “downsizing” maupun “lightsizing” yang bertujuan menekan anggaran belanja khususnya peralatan komputer, maka sebuah jaringan merupakan satu hal yang sangat diperlukan. Dalam makalah ini akan dibahas sebagian komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah jaringan komputer.
2. Sejarah Jaringan
Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

